Quote

".. Wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara mereka.."
(QS. an-Nisaa'[4]: 34)

Senyum dan Kebahagiaan

Assalamualaikum.. Kali ini Bunda Imaz akan membahas tentang "Senyum dan Kebahagiaan". Tersenyum merupakan wujud keceriaan, menerima keadaan (qana'ah), merasa cukup dan syukur. Selain itu tersenyum merupakan tanda nikmat Alloh SWT aas para penghuni surga. Sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Qur'an :

"Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman (tersenyum) menertawakan orang-orang kafir." (QS. al-Muthaffifin [83]: 34)
Ilustrasi Senyum dan Kebahagiaan
Ilustrasi Senyum dan Kebahagiaan

Dr. Aidh Al Qarni dalam La Tahzan menyatakan bahwa tersenyum yang wajar dan tulus dari dalam hati itu laksana 'balsem' bagi kegalauan dan 'salep' bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat untuk membuat jiwa cerah dan bahagia, sesuatu yang membuat siapa pun tertarik. Tersenyum merupakan pncak segala bentuk kegembiraan, titik tertinggi keceriaan dan ujung rasa sukacita.

Sebagaimana yang digambarkan Nabi Sulaiman AS yang tersenyum tatkala mendengan perkataan semut. 

"Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang Ibu Bapakku dan untuk mengerjakan amal Shalih yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." (QS. An-Naml [19]: 19)

Tersenyum yang tak wajar alias senym atau tertawa sinis merupakan tanda kesombongan, tinggi hati, dan pengingkar nikmat. Sebagaimana reaksi kaum kafir atas mukjizat yang di tunjukkan pada nabi. Firman Alloh SWT :

"Maka tatkala dia datang keada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta-merta mereka menertawakannya." (QS. az-Zukruf [43]: 47)

Tersenyum akan membuat rupa siapapun tertarik dan simpatik. Meski orang yang tersenyum itu semua giginya telah copot. Wajah yang mudah tersenyum akan membuat orangnnya disenangi banyak orang, meski kualitas wajah yang pas-pasan.

Sebaliknya, orang yang mudah memasang muka muram dan sedih adalah salah satu pertanda ketidakmatangan jiwanya. Jiwa yang kerdil, mudah tersinggung atau marah oleh hal yang sepele, mudah tersulut api amarah dan dendam. Pandangannya pun lebih banyak pada perasangka buruk, terutama pada sesuatu yang bisa merugikan dirinya. 

"Menurut pakar psikologi, senyum merupakan salah satu proses penting bagaimana seseorang itu mampu menerima kehidupannya. Hal ini dikarenakan senyum dapat merangsang seseorang untuk berpikiran positif,  menghadirkan sikap yang lebih tulus dan maksimal dalam mengerjakan sesuatu."
  
Melihat betapa besar manfaat tersenyum secara medis maupun psikologis, tak heran Rosululloh SAW menganjurkan umatnya untuk tersenyum, selain menjadikan diri menjadi pribadi lebih menarik dan menyenangkan, senyum itu juga bernilai ibadah (seekah) yang berbuah surga.

"Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)

Nah sobat pembaca, betapa pentingnya tersenyum untuk menggapai kebahagiaan, jangan murung terus ya. Jadikan senyum itu tulus supaya menjadi amal ibadah seperti yang Rosululloh SAW sampaikan. 

Baca Juga..