Quote

".. Wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara mereka.."
(QS. an-Nisaa'[4]: 34)

Tidak Menolak Ajakan Suami Berhubungan Badan

Assalamualaikum.. "Tidak Menolak Ajakan Suami Berhubungan Badan", yaps itulah yang akan kita bahas untuk para istri kali ini. Hal ini tercantum dalam 18 Hal yang Harus dijauhi Seorang Istri

Menolak ajakan suami berhubungan badan merupakan hal yang sangat tidak boleh dilakukan oleh para istri, karena berhubungan badan merupakan salah satu pemicu terbentuknya bangunan rumah tanga yang harmonis dan juga sebaliknya.

Lantas bagaimana cara menyikapi hal tersebut, terutama bagi seorang istri? Ajakan suami dalam perkara hubungan badan wajib diikuti oleh istri. Sebab, kalau tidak istri akan berdosa dan dilaknan oleh malaikat. Dalam sebuah Hadits, Rosululloh SAW. bersabda :

"Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk melakukan hubungan badan, lalu istri menolak untuk datang sehinga semalaman suaminya marah, maka malaikat akan melaknatnya (istri) hinga pagi hari." (HR. Bukhari).

Setelah terjadi akad nikah, pemenuhan hasrat suami oleh istri tentu bisa bernilai ibadah. Tidak hanya bagi suami, istri pun akan mendapatkan pahala dengan melakukan hubungan badan dengan suaminya yang sah. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, dikhawatirkan suami akan mencari "tempat" lain untuk menalurkan hasratnya tersebut. 

Dalam sebuah Hadits Rosululloh SAW. bersabda :

"Bukankah ketika seseorang menyalurkan syahwatnya pada tempat yang haram, ia akan mendapatkan dosa? Maka, demikian pula ketika ia menyalurkannya pada yang halal, maka ia akan mendapatkan pahala." (HR. Muslim). 

Hal yang menjadi persoalan adalah ketika suami mengajak untuk berhubungan dan istri menolaknya, padahal tidak ada uzur atau halangan sama sekali bagi istri. Dalam hal ini, tentu menjadi aib tersendiri bagi istri tersebu. Ini merupakan sikap yang tidak dibenarkan. Saat suatu kondisi memungkinkan bagi suami dan istri untuk berhubungan badan, hadirkanlah cinta didalamnya. Lakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, etika, serta adab-adab yang dibenarkan.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengapa seorang istri tidak boleh menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Semoga Alloh SWT merahmati kita dalam setiap apa yang kita lakukan. amin 

Comments

  1. Keengganan istri melayani suami tentu saja memiliki alasan. Sebab itulah seorang suami harus bisa memahami alasan dibalik penolakan istrinya. Secara umum, istri kerap menolak ‘ajakan’ suami dalam kondisi seperti berikut:

    1. Istri Hamil
    Postur tubuh istri yang bertambah besar ditambah adanya si jabang bayi di dalam perut tentu agak menyulitkan melakukan senggama. Karenanya dalam kondisi hamil, hasrat jimaual istri cenderung menurun. Namun hubungan intim selama hamil dibenarkan agama.

    Dalam Fatwa-fatwa Kontemporer Tentang Problematika Wanita yang dikarang Musa Shalih Syaraf, dibolehkan suami-istri melakukan hubungan intim, kecuali jika ada pertimbangan kesehatan yang melarang sehingga menimbulkan beberapa bahaya bagi istri. Yang demikian itu bisa saja dilakukan dengan meminta saran kepada dokter spesialis kandungan, karena masa-masa kehamilan itu dituntut mengikuti nasehat-nasehat medis.

    2. Istri Capek/Lelah
    Mengurus rumahtangga dan anak bukanlah perkara mudah yang bisa dikerjakan dengan santai. Selain menguras tenaga dan waktu, pikiran pun harus terfokus penuh pada perkembangan anak. Mulai dari bangun tidur sampai kembali waktu tidur tiba. Tak heran jika energi istri pun terkuras tak bersisa. Apalagi istri yang punya peran ganda. Selain sebagai ibu rumahtangga, istri pun terlibat menopang kehidupan dapur keluarga.

    Tak heran ketika ada sedikit kesempatan istirahat, mereka lebih memilih rehat ketimbang mengurus diri sendiri, bahkan tak jarang keberadaan suami pun terabaikan. Maka sebagai suami bijak, sudah sepatutnya tak terburu-buru menanggapi sikap istri dengan amarah. Justru memahami kesulitan sang istri bisa menjadi jalan terbukanya komunikasi yang baik. Pada akhirnya bahkan hubungan di atas ranjang pun tak mudah terganjal.

    3.Istri Sakit
    Dalam masalah ibadah apa pun, sakit adalah uzur yang sangat bisa dimaklumi. Kondisi badan yang tidak fit memang tidak memungkinkan seseorang beraktivitas. Apalagi jika sakit itu sudah amat membahayakan. Sudah sepatutnya suami memahami kondisi ini.

    4. Istri Haid
    Bersenggama dalam kondisi istri sedang haid adalah haram, sebagaimana Al-Qur’an menyatakan, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah suatu kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid.” (QS. al-Baqarah: 222)

    Alasan di balik pengharaman ini dikarenakan darah haid itu memiliki bau yang tidak sedap dan dapat mendatangkan beberapa penyakit yang berbahaya bagi suami dan istri. Namun, Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat, jika ada orang yang akhirnya melakukan senggama pada waktu haid, disunnahkan baginya bersedekah setengah atau satu dinar.

    Sejatinya hubungan jima bukanlah sekedar penyaluran syahwat. Hubungan jima antar suami-istri juga merupakan ungkapan cinta kasih agar pondasi rumah tangga semakin kokoh.***

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca Juga..